<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikFinance | Komentar - JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
		<link>http://finance.detik.com/</link>
		<description>detikFinance - Ekonomi Bisnis</description>
		<image>
			<title>detikFinance - Ekonomi Bisnis</title>
			<link>http://finance.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: Rentenir - Re: JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216677</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216677</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
ini wakil presiden kok ngomongnya seperti rentenir aja..kala ada maunya aja nyanjung..sudahannya di peres tuh para petani..dasar kala bener kala engga bener		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: wong ndeso - Re: JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216669</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216669</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Yang bener aja Pak Kalla???
Problem utama petani adalah harga pupuk yang hampir sama dengan hasil panen. Yang mainin harga pupuk itu siapa??? Subsidi pupuk!!!!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: vaijho - Re: JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216620</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216620</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Roadshow atau entah apapun namanya yang dilakukan oleh "pejabat" negara dengan segala kegiatannya, mempunyai tujuan apakah?
Seperti yang tertulis pada judul berita ini, susunan kata "Nasib Bangsa bukan pada orang di kantor, tapi Petani" menurutku bisa menyesatkan banyak pihak. Strategi dan trik tersembunyi apakah yang ada dibelakang susunan kata tersebut?
Kenyataannya, bukankah apa yang terjadi di negeri ini ada yang menggariskan? Yaitu orang-orang Kantor. Orang-orang yang duduk manis di ruangan ber-AC. Orang-orang yang tidak merasakan sengatan matahari sepanjang hari, juga terpaan air hujan yang dingin.
Apa yang terjadi di dunia pertanian? Beberapa diantaranya : Import beras gede-gedean, Hilangnya kedelai, mahalnya pupuk dan segala sesuatu yang mendukung proses bertani. Apakah peristiwa itu semua ada ditangan petani?
"Nasib Bangsa bukan pada orang di kantor, tapi Petani"...sungguh kasihan para petani-petani Indonesia. Betapa besar tanggungjawab yang mereka pikul. "Nasib Bangsa" ada pada tangan-tangan dan pundak mereka. Disaat mereka hanya berumahkan rumah gedek dan tembok sederhana, dengan lantai yang masih banyak berupa tanah, dengan gendeng-gendeng yang masih bocor dan "rembes" disana-sini, dengan kepusingan ditagih bayaran sekolah oleh anak-anak mereka, dengan kaki yang pecah-pecah dan "kapalan" karena berjalan kaki dan bukannya naik limousin kalau pergi, apalagi ditambah sekarang rumah mereka penuh asap karena ibu tani memasak dengan bahan bakar ranting-ranting dan blarak yang kering karena minyak tanah makin naik harganya dan susah dicari...
"Nasib Bangsa bukan pada orang di kantor, tapi Petani". Para Petani memikul tanggungjawab atas bangsa ini, dan Orang Kantor menjadi penikmat dari indah dan nikmatnya hidup ini. Sungguh memalukan.

Nasib Bangsa ini sebetulnya berada pada seluruh komponen dari bangsa ini.
Terutama berada pada pundak-pundak "pejabat" puncak negara; Presiden, Wakil Presiden, Kepala Lembaga-Lembaga Negara, orang-orang yang meraih predikat "Wakil Rakyat"; karena dengan pemikiran merekalah segala kebijakan dan kebijaksanaan bangsa ini tergoreskan.

CINTAILAH BANGSA dan NEGARA-mu.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Coro - Re: JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216569</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216569</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Bos! Petani dari dulu dah kerja keras. Sekarang giliran pemerintah bagaimana supaya petani bisa menikmati hasil kerja kerasnya. Jangan lagi disuruh kerja keras.....Kapan kebagian enaknya.... Si BOS kalo kasih semangat ama orang kecil pandai banget....pinter...pinter  elo....Bos!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: partanojawa - Re: JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani</title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216548</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/04/07/092059/919177/4/jk-nasib-bangsa-bukan-pada-orang-di-kantor-tapi-petani/#comment-216548</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
pengalaman saya ketika jadi petani:

dulu, irigasi di kampung saya bagus sekali peninggalan kumpeni, terahir "orang-kantor", adakan rehab, ahirnya irigasi jadi rusak, sawah yang tadinya lumbung padi jadi beli padi. ketika kita tanam padi dan saat butuh pemupukan, "orang kantor" ngumpeti pupuk. ada tapi harga melambung. saat butuh pestisida, semuanya tidak ada dipasar, ahirnya hasil panen kagak maksimal. Setelah panen, "orang-kantor" mainkan harga, itung punya itung, hasilpanen kagak nutup, ahirnya orang2 malas bertani, Horas		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

