<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikFinance | Komentar - Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
		<link>http://finance.detik.com/</link>
		<description>detikFinance - Ekonomi Bisnis</description>
		<image>
			<title>detikFinance - Ekonomi Bisnis</title>
			<link>http://finance.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: masbe - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-407083</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-407083</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Emang rakyat Indonesia gak ada yang bisa ngatur BUMN. Semuanya kok mau dijual, sadar gak sih.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: jalilhahil - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400664</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400664</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
ha ha hahaha lho apa iya wong bumn suka -sikontole panjang- awas maliing maliing		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: tes - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400639</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400639</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
jual semua ampe abizzz. dasar penghianat penjual negara! awas kalo gw jadi penguasa nanti, biar lu dah kakek-kakek tetep gw eksekusi dengan tuduhan penghianatan!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: capres 2009 - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400527</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400527</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
trik-trik busuk warisan tantri abeng dan laksamana sukardi merampok uang negara masih aja dipelihara tikus2 birokrasi dasar tikus2 bumn...bubarkan kementerian BUMN.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: abimanyu - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400493</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400493</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Said Didu ini mau omong kosong apalagi ? disaat Pemerintah, rakyat dan  DPR lagi focus pemiliu 2009 kok ada orang2 BUMN yg mau memanfaatkan SIKOMTOLE PANJANG (situasi kondisi, toleransi  pandangan dan jangkauan) untuk menggasak menjual harta milik rakyat ini jelas sangat berbahaya !! dipastikan ada hiden agenda mengeruk uang negara.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Amir - Re: Momentum Privatisasi Jangan Sampai Lewat   </title>
			<link>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400421</link>
			<guid>http://finance.detik.com/comment/2008/07/14/123924/971556/4/momentum-privatisasi-jangan-sampai-lewat/#comment-400421</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Momentumnya sudah lewat saat ini sebaiknya meneg BUMN duduk manis saja tidak perlu mengambil kebijakan strategis menjual aset2 negara krn akibatnya bisa fatal,  perilaku birokrat licik selalu mencari kesempatan dalam kesempitan demi keuntungan pribadi jadi manuver last menit  said didu untuk mempertebal pundi2nya sangat mudah ditebak		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

