<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikNews | Komentar - Upah Pungut</title>
		<link>http://news.detik.com/</link>
		<description>detikNews - Berita</description>
		<image>
			<title>detikNews - Berita</title>
			<link>http://news.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: Fahri Hamzah - Re: Upah Pungut</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417855</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417855</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
KOMISI  3 DPR RI lupa ama siapa  yg bikin dia duduk disana
jadi kerjanya gak cerminkan rasa keadilan bagi rakyat, apalagi Fahri  Hamzah komentarnya gak mutu sama sekali , guoooooblok................... pekokkkkkkkkkk............		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: tinung - Re: Upah Pungut</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417833</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417833</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
tindak pidana korupsi ada setelah terjadi korupsi, bukan sebelumnya, maka menurut saya sangat tidak tepat kalau lembaga yudikatif seperti KPK mencampuri mengenai aturan dan kebijakan yg diambil lembaga eksekutif karena fungsi lembaga yudikatif MENINDAK bukan MENCEGAH!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: pantas - Re: Upah Pungut</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417815</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/10/203037/1239270/10/upah-pungut/#comment-1417815</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Inilah salah satu penyebab kenapa banyak pihak yang urunan untuk mengkriminalisasi KPK... Kalo institusi penegak hukum lain mungkin tak perduli apakah Rp95 M kembali atau tidak. Asal Rp40 M disetorkan sama mereka... hahahaha...		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

