<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikNews | Komentar - Kasus Bibit-Chandra</title>
		<link>http://news.detik.com/</link>
		<description>detikNews - Berita</description>
		<image>
			<title>detikNews - Berita</title>
			<link>http://news.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: Dady Suhardi - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1428454</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1428454</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Tim 8 kan kepanjangan tangan Presiden, suara Tim 8 adalah suara Presiden, kalau suara Tim 8 engga didengar oleh Polri dan Kejagung itu nama nya pembangkangan terhadap Presiden. Kalau saya jadi Presidennya saya pecat itu Kejagung dan Kapolri		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Den bagus - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1427949</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1427949</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Bagi para komentator yg pura2 tau hukum. Hukum bisa ditegakkan kalau semuanya benar. Dan itu hanya ada pada hukum allah.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Rosario - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1427912</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1427912</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Jangan2 SBY yg ada dibalik layar? Kalau seperti itu, sampai kiamat sia2 kita menunggu perbaikan lembaga Polri, Kejaksaan dan Si Markus (jangan2 nama SBY yg saya tulis disinì yg akan dilaporkan?)		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: komeng - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1423286</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1423286</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
apa pula yang di omongkan dosen kampung seperti husnu abadi, orang in selamanya jadi pengacau di riau dengan pernyataannya yang kontraversi		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Si Doel - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1423003</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1423003</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Presiden harus berani pecat Kapolri dan Jaksa Agung jika mereka mengabaikan rekomendasi Tim 8, jika  Presiden tidak berani berarti Presiden menjilat ludahnya sendiri		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: venus - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422723</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422723</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Coba berpikir dgn akal sehat TPF itu siapa ... Presiden aja tidak mau intervensi proses hukum ... TPF bentukan eksekutif mjd hakim yg notabene yudikatif berani intervensi ... hebat bener dia ... jangan hancurkan cita2 luhur konstitusi UUD 45 ... dgn pembiaran polah tingkah aktor TPF yg superbody ... ini bencana bagi penegakan hukum ... rakyat jangan dibodohi lagi ... investor kabur krn tdk ada kepastian hukum ... bingung semuanya ... percayakan ke aparat ... awasi ... laporkan penyimpangan !!!! ... rule of law is my way .. tq !!! ... tegakkan hkm walau langit runtuh ...		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: venus - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422703</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422703</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Coba berpikir dgn akal sehat TPF itu siapa ... Presiden aja tidak mau intervensi proses hukum ... TPF bentukan eksekutif mjd hakim yg notabene legislatif berani intervensi ... hebat bener dia ... jangan hancurkan cita2 luhur konstitusi UUD 45 ... dgn pembiaran polah tingkah aktor TPF yg superbody ... ini bencana bagi penegakan hukum ... rakyat jangan dibodohi lagi ... investor kabur krn tdk ada kepastian hukum ... bingung semuanya ... percayakan ke aparat ... awasi ... laporkan penyimpangan !!!! ... rule of law is my way .. tq !!!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: M Noer Alie - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422514</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422514</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
kita sebgai penonton, cuma bisa koar2 dan   teriak2 doang, apapun pendapat kita, tak akan di dengar atau dilihat oleh petinggi2 negara, sbab mreka sdh terbiasa  mendengar ocehan,jeritan,tangisan, bahkan rintihan rakyat kecil. bukan krn mereka tuli atau buta, tp krn sdh terbiasa. kalo kita mengingatkan seseorang yg salah, seharusnya mereka terimakasih, tapi kalo kita mengingatkan seragam coklat, bahwa bajunya itu kotor, kok malah kita yg dituduh mengotori?.... apa ini emang  watak polisi atau sdh menjadi prinsipnya?..........		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: M Noer Alie - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422511</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422511</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
kita sebgai penonton, cuma bisa koar2 dan   teriak2 doang, apapun pendapat kita, tak akan di dengar atau dilihat oleh petinggi2 negara, sbab mreka sdh terbiasa  mendengar ocehan,jeritan,tangisan, bahkan rintihan rakyat kecil. bukan krn mereka tuli atau buta, tp krn sdh terbiasa. kalo kita mengingatkan seseorang yg salah, seharusnya mereka terimakasih, tapi kalo kita mengingatkan seragam coklat, bahwa bajunya itu kotor, kok malah kita yg dituduh mengotori?.... apa ini emang  watak polisi atau sdh menjadi prinsipnya?..........		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: M Noer Alie - Re: Kasus Bibit-Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422446</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/11/160103/1239855/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1422446</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
kita sebgai penonton, cuma bisa koar2 dan   teriak2 doang, apapun pendapat kita, tak akan di dengar atau dilihat oleh petinggi2 negara, sbab mreka sdh terbiasa  mendengar ocehan,jeritan,tangisan, bahkan rintihan rakyat kecil. bukan krn mereka tuli atau buta, tp krn sdh terbiasa. kalo kita mengingatkan seseorang yg salah, seharusnya mereka terimakasih, tapi kalo kita mengingatkan seragam coklat, bahwa bajunya itu kotor, kok malah kita yg dituduh mengotori?.... apa ini emang  watak polisi atau sdh menjadi prinsipnya?..........		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

