<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikNews | Komentar - Kasus Bibit & Chandra</title>
		<link>http://news.detik.com/</link>
		<description>detikNews - Berita</description>
		<image>
			<title>detikNews - Berita</title>
			<link>http://news.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: pasien - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1484240</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1484240</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Miris hati ini mendengar dan melihat ( di TV lho ) kelakuan para Buaya - Buaya hukum negeri kita, koq bisa sih mengeluarkan airmata... ( Buaya beneran aja gak pernah nangis.... ) dan bersumpah dengan nama ALLOH seolah-olah buaya paling benar. Kalau memang tidak bisa terbukti yang dituduhkan, buaya-buaya itu harus dapat sanksi yang berat dong dari Super Bua Ya ( pinjam istilah teman nich ), bukan hanya 1 buaya lho, buanyaaakkk......		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: gun - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483401</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483401</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Buat para pengamat mbok kalau ngomong dipertimbangkan eksesnya kepada masyarakat coba baca komentar yang mereka menafsirkan dengan alam pikiran masing-masing dan berhak menggunakan kata-kata yang menurut saya menjurus ke arah penghujatan dan penghinaan berlebihan, alam demokrasi seperti ini khah yang kita inginkan menghujat dan memberi pendapat tanpa ada batasan- batasan yang mengikuti norma, betapa menyedihkan kalau demokrasi itu yang kita bangun		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Sigemblung - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483369</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483369</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Mo ada atau tidak ada, mo jelas atau tidak jelas, mo terang atau mo gelap tentang pidato presiden gw nggak ngaruh....

Tetapi semenjak dipurtanya rekaman penyadapan di MK dan sesuai dengan tayangan wawancara yang dilakukan  oleh salah satu media TV swasta di Jakarta, antara Host TV dengan tersadap,  yang mana ternyata kebenaran dari rekaman tersebut  hampir lebih dari 80% diakui sendiri oleh tersadap. 
Nah dari sini lah baru ketahuan dan percaya, bahwa ternyata lembaga2 hukum kita selama ini, telah menjadi sarang yang paling aman dan membahagiakan buat markus2 dan pendekar2 hukum yang cerdik dan ngeyel. ya pantes saja kalau rasa keadilan buat si miskin menjadi mati. Contohnya banyak, yang masih anget tuh Bu Prita dan si nenek dengan 3 buah apa itu cocoa atau apa. Menyedihkan .............Waduh kalau gw melek hukum dan melek harta akan gw sikat habis mereka, mana taaahaan!!		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: didik - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483364</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483364</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
gimana kalau anggodo aja yang jadi presiden? dalam rekaman rekayasa itu bisa tegas banget lho mengatur-ngatur polisi dan jaksa. hebat! anggodo for president! heheheh...		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: John Connor - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483330</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483330</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
peradilan semakin sulit kali ya...? dampak teknologi canggihnya ruar biasa, metoda dark justice aja terapkan tapi .......dengan syarat jaksanya jujur benar-benar jujur dan gak takut mati karena ingin benar-benar menegakkan hukum, dengan demikian gak ada lagi pengadilan jalanan ataupun pengadilan media.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: pikir dulu - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483191</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483191</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
kalo marah-marah..tempatnya di ruang kera. Kalo lagi pidato di depan publik...ya harus tenang, gak perlu jadi kompor! Coba kalo loe dikantor dimarah-marahin ama bos lu di depan orang banyak...gimana? kan lebih enak kalo ditegur di ruang tersendiri, percaya deh gak enak kalo punya bos emosional..		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: furqon - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483113</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483113</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
buat mereka yang mengaku memahami pidato cerdas pak presiden dengan sangat, dimohon bantuannya untuk menerangkan kepada kita semua... karena realitasnya makin tidak bisa di positif thinkingkan nih... jangan-jangan yang anda akui faham tidak beda dengan ersih dan jujur nya idola anda itu...		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Temon - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483105</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483105</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Ketahuan banget bahwa pengamat ini sangat naif dan tidak pernah memimpin suatu organisasi.   Dalam memimpin selalu dibedakan antara komunikasi publik ke luar organisasi dan komunikasi komando struktural di dalam organisasi
Kalau pidato SBY terlihat ngambang, belum tentu dia ngasih instruksi ngambang juga ke bawahannya		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: nosus - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483101</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483101</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
orang kapolri dan jaksa agung nya sdh tidak punya hati nurani terlalu sok idealis dan prosedural,,, bikin pusing sendiri,, tuh keliatan sekali jaksa agung mukanya kayak ditekuk,,, sudah mundur aja sudah saatnya istirahat daripada terus dihujat rakyat banyak,,,		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Anak tk - Re: Kasus Bibit &amp; Chandra</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483085</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/11/26/143557/1249427/10/kasus-bibit-chandra/#comment-1483085</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Anak tk aja ngerti kok. Masak seorang dan kajagung nggak ngerti pidato bos nya. Lenser aja daripada disuruh mundur. Opo ko jendral dan jagung cengeng		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

