<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>detikNews | Komentar - Kisruh UN</title>
		<link>http://news.detik.com/</link>
		<description>detikNews - Berita</description>
		<image>
			<title>detikNews - Berita</title>
			<link>http://news.detik.com/</link>
			<url>http://rss.detik.com/images/rsslogo_detikcom.gif</url>
		</image>
		<item>
			<title>By: Tavona, ST - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1502369</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1502369</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
SBY sadar donk! Ne negara blm siap lahir bathin tk ngtes siswa tk nntuin lu2s tau gk hya dlm waktu 6 jam. Tdk ckup dgn nilai angka dn wktu 6 jam t tk nntuin klulusn. Cb bpk2 yg d tes blm tntu lu2s.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: tinung - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1499636</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1499636</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Kalau pendidikan melupakan subtansi hanya mengakomodir materi pelajaran yg kelewat banyak dan berat tdk sesuai tingkatan umur, sehebat apapun yg mengajar, kwalitas yg diharapkan hanya SEMU, atau paling2 hanya menjadikan murid sebagai robot saja. Kenapa sih pemerintah  tdk mau belajar dari negara lain yg sangat efisien mengelola pendidikannya, padahal kan ramai pejabat kita yg sering bepergian ke luar negeri dgn alasan studi banding?		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Fotuho harefa, S. Pd, MM - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498147</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498147</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Menurut saya, seandainya UN di tiadakan untuk sementara pasti ada sisi positif dan sisi negatif.
Sisi positifnya yaitu seperti yang dipaparkan dari atas bahwa sebelum diadakan kembali UN, satuan pendidikan harus diberikan fasilitas yg memadai dan memberikan pelatihan kepda tenaga guru agar setiap guru harus profesiaonal pada tugasnya tersebut.

Namun sisi negatifnya jika UN  ditiadakan untuk sementara yaitu setiap unit sekolah tidak bisa mengetahui kualitas pendidikannya. 

Jadi kpd para yang berwewenang untuk membuat pernyataan tentang UN ditiadakan untuk sementara, harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: mantanguru - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498118</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498118</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
substansi yg dikritik bukan diadakan atau tidak tapi kenapa UN dipakai sbg standard kelulusan. cobalah komentar yg berbobot jangan asal bunyi. pemerintah mengabaikan 2 hal mendasar dng memaksakan UN yaitu:1.mengabaikan guru dan sekolah sbg penentu kelulusan. 2. standarisasi tak layak diterapkan scr nasional jika terdapat disparitas mutu yg begitu mencolok antar daerah. jadi yg di sesalkan keputusan pelaksanaan UN ini tidak sesuai realita yg ada. UN itu dilaksanakan scr pilihan ganda, apa iya itu cara menentukan lulus tidaknya siswa? guru dan sekolah yg mengerti proses pendidikan yg layak menilai. tugas pemerintah tingkatkan mutu guru dan mutu sekolah, dng begitu baru kualitas pendidikan ini naik bukannya dng memaksakan angka standard kelulusan yg subjektif. masak sih yg begini saja gak ngerti juga..dasar dodol nih bangsa		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: UN opo kiye ?? - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498076</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498076</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
WOY JANGAN ADAKAN UN!!! KASIAN BAGI ANAK YANG TIDAK LOLOS UN DAN LGSG DICAP BEGO! BELOM TENTU DIA BEGO, MUNGKIN DIA KARENA NERVOUS AJA. SAYA BERHARAP WALAUPUN UN TETAP ADA, NEGARA TIDAK IKUT AMBIL ALIH KELULUSAN SISWA KARENA YANG BERHAK MELULUSKAN SISWA ADALAH SEKOLAH DAN GURU SISWA ITU SENDIRI. KARENA  MEREKA YANG MENGETAHUI SKILL MURID2 MEREKA.. SAYA MOHON PIKIRKAN DENGAN BIJAK DAN HASIL NYA YANG TERBAIK. ITULAH ADVICE YANG SAYA BERIKAN. MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN. TERIMA KASIH.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: UN opo kiye ?? - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498074</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498074</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
WOY JANGAN ADAKAN UN!!! KASIAN BAGI ANAK YANG TIDAK LOLOS UN DAN LGSG DICAP BEGO! BELOM TENTU DIA BEGO, MUNGKIN DIA KARENA NERVOUS AJA. SAYA BERHARAP WALAUPUN UN TETAP ADA, NEGARA TIDAK IKUT AMBIL ALIH KELULUSAN SISWA KARENA YANG BERHAK MELULUSKAN SISWA ADALAH SEKOLAH DAN GURU SISWA ITU SENDIRI. KARENA  MEREKA YANG MENGETAHUI SKILL MURID2 MEREKA.. SAYA MOHON PIKIRKAN DENGAN BIJAK DAN HASIL NYA YANG TERBAIK. ITULAH ADVICE YANG SAYA BERIKAN. MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN. TERIMA KASIH.		</description>
		</item>
		<item>
			<title>By: Darmin Tan - Re: Kisruh UN</title>
			<link>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498063</link>
			<guid>http://news.detik.com/comment/2009/12/01/160128/1252041/10/kisruh-un/#comment-1498063</guid>
			<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 07:00:00 +0700</pubDate>
			<description>
Syukur, semua boleh lulus....... tak ada un artinya boleh datang, duduk, dan lulus...... enak dong.
Jadilah generasi tanpa tujuan hidup...... tak ada goal yang akan tercetak tanpa usaha........ syukur kepada ma yang telah mengeluarkan keputusan ngoblog ini, semoga bangsa inisemakin terpuruk		</description>
		</item>
	</channel>
</rss>

